Laman

Rabu, 11 Januari 2017

Kuliner di Solo: Malam Minggu di Arje's Kitchen

Berawal dari Sabtu malam yang sepi karena lorong yang terdiri dari tujuh kamar terasa sangat sunyi karena hanya dihuni oleh dua orang malam itu, membuatku mengajak satu-satunya tetangga yang tersisa untuk pergi keluar untuk mengisi perut.

Ya, hanya kami yang tersisa malam itu karena rata-rata dari tetanggaku lagi pergi entah kemana--atau mungkin lagi di tempat tinggal mereka yang lain--sehingga pada akhirnya aku pun pergi sama satu-satunya tetanggaku yang tersisa itu (Ya... walaupun kalau lagi ramai pun aku juga bakal tetap pergi sama dia sih, karena dia memang partnerku kalo lagi nyari makan, hehe).

Meski cuaca diluar lagi kurang bagus dengan sedikit gerimis yang mengiri perjalanan kami, akhirnya kami pun sampai di sebuah rumah makan yang terletak di Jalan Antariksa 3, Jebres, Surakarta. Dari luar aja udah keliatan kalo tempat ini catchy apalagi untuk selera kaula muda. Sayangnya, lokasi rumah makan ini bisa dibilang pelosok apalagi untuk orang-orang yang gak tinggal di daerah Jebres. Posisinya yang terletak di dalam gang dan juga kurangnya penunjuk arah dari jalan utama menuju gang dimana Arje's Kitchen tersebut berada membuat tempat ini mulanya agak susah untuk dicari.

Baiklah, karena udara yang mulai dingin karena hujan sebentar lagi akan turun, membuat perutku semakin lapar dan aku pun memasuki tempat itu dengan semangat.

Well, sebenarnya ini bukan kali pertama aku kesini. Sebelumnya aku udah pernah kesini karena rekomendasi seorang teman. Pada saat itu, kami melakukan pertemuan dengan orang yang cukup banyak dan beruntungnya tempat ini punya spot-spot yang mampu menampung sekelompok orang berjumlah banyak yang ingin makan bersama. Poin plus untuk tempat ini.

Lain halnya dengan dulu, sekarang aku cuma berdua dengan tetanggaku itu, akhirnya kami pun memilih tempat duduk yang tidak terlalu besar, tempat duduk yang cocok untuk dua orang.

FYI, tempat ini terdiri dari dua lantai, tapi meja untuk dua orang banyak terdapat di lantai dua, selain itu pemandangan dan suasana di lantai dua rasanya lebih bagus dibanding lantai satu menurut pendapatku (catatan: ini penilaian pribadiku. Suasana lantai dua maupun lantai satu sebenarnya bersifat subjektif, tergantung selera masing-masing. Tapi satu hal yang perlu kuingatkan, suasana di lantai satu juga gak kalah keren sama yang di lantai dua, sih. Tapi entah kenapa aku suka aja di lantai atas). Hal yang membuatku lebih senang memilih spot di lantai dua adalah karena terdapat gazebo-gazebo santai yang membuat kita betah kayak di rumah, ada sofa-sofa yang gak kalah nyamannya dengan gazebo tadi, dan yang bikin aku makin suka lagi sama lantai dua adalah karena ada gambar Mas Chris Martin dan teman-temannya yang tergabung dalam Coldplay yang ikutan mejeng menghiasi dinding lantai dua Arje's Kitchen. Wuih, makin enak deh makan sambil diliatin (atau malah ngeliatin?) Chris Martin, hehe.

Tapi sayangnya, kami para tuna asmara lupa kalau saat itu adalah Malam Minggu, jadi spot untuk dua orang rata-rata sudah terisi, padahal saat itu baru pukul 7! Wah, kalah cepat, deh

Tapi sayangnya, kami para tuna asmara lupa kalau saat itu adalah Malam Minggu, jadi spot untuk dua orang rata-rata sudah terisi, padahal saat itu baru pukul 7! Wah, kalah cepat, deh

Tapi sayangnya, kami para tuna asmara lupa kalau saat itu adalah Malam Minggu, jadi spot untuk dua orang rata-rata sudah terisi, padahal saat itu baru pukul 7! Wah, kalah cepat, deh.

Dengan berat hati, kami kembali ke lantai satu dan memilih meja untuk empat orang. Belum lama kami duduk disana, kami merasa kurang nyaman karena meja tersebut terletak sangat tengah dan semua orang dari setiap sudut tempat ini bisa melihat kami dengan jelas, dari pintu masuk, dapur, depan toilet, sampai orang-orang di lantai atas juga bisa melihat kami.

Akhirnya, aku melihat ada spot untuk dua orang yang baru aja kosong. Kami pun pindah lagi ke spot tersebut. Spot tersebut berada di pojok dan persis berada di sebelah jendela kaca yang besar yang memisahkan bagian dalam dan bagian luar rumah makan tersebut.

 Spot tersebut berada di pojok dan persis berada di sebelah jendela kaca yang besar yang memisahkan bagian dalam dan bagian luar rumah makan tersebut

 Spot tersebut berada di pojok dan persis berada di sebelah jendela kaca yang besar yang memisahkan bagian dalam dan bagian luar rumah makan tersebut

Baru beberapa saat kami duduk di spot tersebut, aku pun merasa kurang nyaman lagi. Spot untuk dua orang yang berada di bagian paling pojok rumah makan tersebut membuatku merasa bahwa ruang gerakku lebih sempit, selain itu mejanya lebih kecil sehingga pada akhirnya kami pun kembali ke tempat awal yang kami duduki tadi yang terletak di bagian tengah lantai satu. Dasar cewek, hehe. Maklumi aja, ya. Cewek kalo lagi labil ribetnya ya kayak gitu, muter-muter sana-sini tapi yaa ujung-ujungnya balik ke pilihan awal lagi, hehe.

Setelah memastikan bahwa kami benar-benar enggak pindah kemana-mana lagi, pelayan pun datang membawa daftar menu, kemudian kami pun mulai memesan.

Menu makanan di tempat ini terlihat dominan western, tapi harga yang mereka tawarkan relatif murah. Entah lagi kalap atau gimana; aku dan temanku memesan banyak banget makanan yang kayaknya gak meyakinkan kalo makanan-makanan tersebut baru aja dipesan sama dua cewek bertubuh kecil kayak kami ini.

Kami pun mencoba Chicken Teriyaki Bowl, Tuna Mayo Sandwich, Smoked Beef and Mushroom Fettuccini, Onion Ring, Strawberry Fried Rice, Ice Tea, Hot Chocolate, Laughing Soda, dan Sparkling Summer.

Kami pun mencoba Chicken Teriyaki Bowl, Tuna Mayo Sandwich, Smoked Beef and Mushroom Fettuccini, Onion Ring, Strawberry Fried Rice, Ice Tea, Hot Chocolate, Laughing Soda, dan Sparkling Summer

(Itu bukan saya, kok. Itu (kebetulan) model endorse-an, uehehehehehehe)

Sambil menunggu pesanan kami datang, aku memindai pemandangan di sekitar ruangan. Desain Arje's Kitchen ini terbilang unik dan menarik, karena setiap dinding memiliki gambar dengan tema yang berbeda antara satu dan lainnya, sehingga setiap spot di Arje's Kitchen ini memberikan suana yang berbeda kepada pengunjung.

Tidak terlalu lama kami menunggu, akhirnya pesanan kami pun datang. Oke, mari kita bahas satu per satu, begini kronologinya:

Chicken Teriyakinya menurutku biasa aja, kurang renyah, atau justru karena terlalu banyak tepung kesannya jadi keras (?), tetapi untuk penikmat porsi besar, sepertinya akan terpuaskan oleh Rice Bowl dari Arje's Kitchen ini yang porsinya lebih besa...

Chicken Teriyakinya menurutku biasa aja, kurang renyah, atau justru karena terlalu banyak tepung kesannya jadi keras (?), tetapi untuk penikmat porsi besar, sepertinya akan terpuaskan oleh Rice Bowl dari Arje's Kitchen ini yang porsinya lebih besar dari Rice Bowl pada umumnya.

Kemudian, hal lain yang membuatku kecewa adalah nasi gorengku yang seharusnya 'merah-merah-strawberry', eh pas masuk ke mulutku kok rasanya pedas... Awalnya aku pikir nasi goreng ini memang sengaja dibubuhi sedikit rasa pedas agar pengunjung yang kurang cocok dengan inovasi semacam ini gak mual karena.. you know, nasi goreng dicampur strawberry memang agak aneh dan jarang ditemui, kan?

Tapi masalahnya, udah hampir setengah habis nasi goreng itu kumakan, mulutku terasa semakin pedas (ya, aku memang bukan penikmat makanan pedas, makanan pedas yang bisa ditolerir sama mulutku cuma masakan Padang aja. Jadi, mulutku cukup sensitif dengan rasa makanan pedas), aku pun mulai curiga kalau si koki salah memasukkan strawberry-nya, kemungkinan yang dimasukannya bukan strawberry, tapi cabai, karena aku nyaris tidak menemukan rasa strawberry pada nasi goreng itu.

Celakanya, awalnya aku memesan Hot Chocolate, dan rasa panas dari cokelat tersebut justru malah semakin memperparah keadaan mulutku. Akhirnya, dengan panik aku pun memesan Ice Tea. Es teh yang disuguhkan disana sepertinya hanya es teh alakadarnya aja, karena rasanya sangat kurang manis, beruntung es teh ini sedikit banyak dapat menyelamatkan mulutku, akhirnya aku pun bisa memaafkan kesalahan-kesalahan itu.

Selanjutnya, datanglah Tuna Mayo Sandwich dan Onion Ring pesanan kami. Well, awalnya kami ingin memesan Churros untuk dimakan bersama sebagai teman mengobrol santai kami nantinya, tetapi Churros-nya ternyata udah habis, akhirnya kami memutuskan untuk memesan si bawang itu.

Aku memulai dari Tuna Mayo-nya. Bisa dibilang, Tuna Mayo ini menyelamatkan Arje's Kitchen di mataku, karena Tuna Mayo Sandwich ini dapat memuaskan lidahku. Namun, masih ada beberapa catatan, yaitu mayo-nya yang terasa lebih kuat dan kurang nge-blend dengan tuna-nya. Selain itu, tuna-nya kurang halus, tapi itu cukup bagus menurutku, agar daging tunanya lebih terasa.

Kemudian, yang bikin aku suka sama Sandwich ini adalah rotinya yang lembut, suka deh! Ditambah lagi sayurannya yang segar, seperti tomatnya yang terasa gurih, juicy, dan agak manis, begitu juga dengan seladanya, membuatku yang biasanya kurang suka sayuran apalagi tomat, sampai semangat untuk melahapnya. Sejauh ini, Tuna Mayo Sandwich punyanya Arje's Kitchen ini yang menurutku terenak dibandingkan Tuna Mayo Sandwich di beberapa tempat sebelumnya yang pernah kucoba (ulasan tentang restoran Sandwich lainnya menyusul).

Onion Ring-nya juga enak banget dan recommended. Rasanya renyah, bumbunya terasa dan enakkk. Kayaknya sih pake tepung bumbu ayam goreng karna rasanya mirip, tapi justru itu yang bikin enak. Bawangnya besar dan legit, ditambah lagi dicocol pake saus mayo, hmmm... tambah greget! Sejauh ini, Onion Ring buatan Arje's Kitchen ini juga yang paling enak dibanding tempat lain yang pernah aku coba, bahkan lebih enak dari buatanku sendiri, hehe. #yaiyalah

Beralih ke minuman, Sparkling Summer-nya enak

Beralih ke minuman, Sparkling Summer-nya enak. Pada awalnya, rasa Sparkling Summer ini dominan asam meskipun udah diaduk. Tapi setelah didiamkan, rasanya mulai menyatu dan enak. Rasa segar ini berasal dari perpaduan rasa asam, soda, dan dingin es, cocok banget diminum pas lagi cuaca panas ala-ala Summer gitu (kayak udah pernah ngerasain Summer betulan aja kamu, Dy. Biasanya juga musim kemarau). Minuman ini selain rasanya yang unik, penampilan minuman ini juga menarik. Ketika pertama kali dihidangkan, minuman ini terdiri dari beberapa lapisan warna, dan ketika diaduk, lapisan warna itu menyatu menjadi warna kuning kehijauan--walaupun perbedaan warnanya enggak terlalu beda jauh sama yang sebelum diaduk, sih.

Beralih ke Laughing Soda, sebenarnya enggak ada hal menarik dari rasa minuman ini, rasanya sama aja kayak Soda Gembira pada umumnya

Beralih ke Laughing Soda, sebenarnya enggak ada hal menarik dari rasa minuman ini, rasanya sama aja kayak Soda Gembira pada umumnya. Satu-satunya yang bikin minuman ini unik dan bikin penasaran yaa karena namanya itu yang diubah sedikit dari nama tenarnya yang biasa.

Meskipun ada beberapa kekurangan dari Arje's Kitchen yang udah kujabarin beberapanya diatas, dan ada tambahan dari temenku yang juga pernah kesana, katanya dia pernah menunggu lama makanannya datang (beruntung aku enggak terlalu nunggu lama waktu itu meskipun hari itu lagi malam minggu), pernah juga ada yang salah buat makanan, kadang juga pelayannya agak bingung nyari-nyariin meja kita, padahal kita udah nulis nomor meja-nya pas lagi mesan (entahlah, mungkin dia lelah), tetapi disamping semua itu, rasa makanan dan minuman yang disajikan Arje's Kitchen enggak terlalu mengecewakan, memang ada insiden tentang makanan yang mengecewakan, tetapi mereka juga punya makanan yang bisa bikin kita angkat jempol. Meskipun agak kecewa, tapi itu gak bikin aku kapok untuk kesana lagi nantinya, masih banyak menu-menu Arje's Kitchen yang bikin aku penasaran dan pengen nyoba di lain waktu, dan untuk Arje's Kitchen, mohon maaf apabila ada ulasanku yang kurang mengenakkan, aku tidak bermaksud menjatuhkan, menjelekkan atau bagaimana, tapi ini aku lakukan agar Arje's Kitchen dapat memperbaiki pelayanan dan dapat melayani serta menyajikan makanan lebih baik lagi kepada pengunjung.

Sekian, wah panjang juga ya, hehe.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar